Inilah Deretan Ponsel Nokia Yang Pernah Melegenda


Pernah menjadi pembuat telepon seluler paling populer di dunia, Nokia beberapa waktu lalu menjual divisi ponselnya kepada raksasa teknologi Microsoft senilai AS$6,4 miliar (sekitar Rp72,7 triliun), menandai akhir dari era gemilang di pasar telepon seluler konsumen.

Perusahaan yang berbasis di Finlandia itu identik dengan tren dan mode terbaru yang muncul dari industri tersebut -mulai dari permainan ponsel yang membuat kecanduan Snake sampai nada dering yang funky - ketika telepon selulernya melejit pada 1990. Namun Nokia melewatkan serangkaian perubahan mode dan teknik dan perlahan-lahan disusul oleh perusahaan-perusahaan lain yang yang lebih berpikiran jauh ke depan dalam arena seluler seperti Apple dan Samsung.

Namun, sepanjang sejarah, Nokia telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan perubahan permintaan konsumen. Lahir dari akar sederhana pada 1865 sebagai pabrik kertas yang terletak di tepi sungat di pedesaan di barat daya Finlandia, perusahaan tersebut berevolusi dari waktu ke waktu dan membuat sepatu bot karet, berbagai jenis mobil, televisi, dan bahkan menghasilkan listrik sepanjang sejarahnya yang sudah berlangsung selama 150 tahun.

Sekarang saat kita memasuki babak baru dari evolusi Nokia, ane mengajak agan2 menyusuri kenangan dan melihat kembali beberapa ponsel terkenal mereka.



Ketika diluncurkan pada 1984, Talkman 520 memamerkan kapasitas penyimpanan kontak telepon dengan kapasitas 184 nama, layar mono, dan total waktu bicara selama 60 menit.
Talkman 520 memiliki berat 4,7 kilogram, pastinya tidak cocok untuk dibawa dalam perjalanan!
Communicator 900. Selain membanggakan sebuah nama yang menjanjikan, Communicator hadir dengan keyboard QWERTY penuh, prosesor 24MHz, dan layar raksasa sebesar 4,5 inci. Ponsel ini membuat para pengusaha dan pecandu kerja heboh.
Menghadirkan ponsel terkecil di dunia, Nokia 8210. Beratnya hanya 79 gram, ponsel ini menampilkan port inframerah, satu antena internal dan yang paling terkenal dari semuanya adalah - permainan ‘Snake’.
Jika 8210 terlalu ramping dan tajam bagi beberapa orang, Nokia 3310 menambahkan beratnya dengan menonjolkan sisi keindahannya. Nokia 3310 menampilkan desain yang lebih nyaman dan terjual 125 juta unit di seluruh dunia. Ponsel ini juga menghadirkan permainan ‘Snake’ seperti pendahulunya 8210.
Nokia membuat hat-trick dengan Nokia 6810 - ponsel ini dapat dilipat sehingga keyboard QWERTY dapat terlihat, dan ponsel ini dijuluk ‘ponsel kupu-kupu’.
Nokia terus bereksperimen dengan ponsel-ponselnya dan meluncurkan N-Gage. Ponsel ini ditujukan untuk menyaingi konsol game genggam keluaran Nintendo.
Untungnya (atau sayangnya), ponsel ini tidak populer. Mikrofon dan speaker ditempatkan di bagian samping ponsel, sehingga menjadi terkesan aneh ketika digunakan untuk menelepon.
Nokia melengkapi Nokia N93 dengan lensa Carl Zeiss, sukses memadukan camcorder dengan ponsel. Ponsel ini memiliki banyak fitur: zoom optikal 3x dan kamera 3,2 megapiksel, Wi-Fi, Adobe Flash Lite 1.1, infra merah, dan Bluetooth.
Pada 2008, Nokia merilis E71 sebagai upaya untuk menyaingi Blackberry, dengan menawarkan pilihan warna seperti merah, putih, dan hitam.
Nokia meraih sukses: ponsel ini berhasil menyabet penghargaan Phone of the Year di ajang Mobile Choice Consumer Awards 2008 dan penghargaan Best of the Test versi Wired Magazine pada tahun yang sama.
Sebagai upaya untuk bersaing dengan iPhone, Nokia merilis N97. Ponsel ini memiliki kamera yang sangat besar dan keyboard QWERTY, namun kurang laris di pasaran karena masalah software dan kurangnya memori penyimpanan.
Nokia meluncurkan sederetan ponsel untuk kalangan masyarakat kelas menengah yang diberi nama Asha pada 2011. Ponsel ini populer di beberapa negara antara lain India, Pakistan, dan Bangladesh.
Kata 'Asha' berarti 'Harapan', yang merupakan turunan dari kata 'AzvAsa' dalam bahasa Sansekerta.
Awal 2010-an menjadi saksi kelahiran ponsel-ponsel seri Lumia, diawali dengan Lumia 800. Bekerja sama dengan Microsoft, Lumia 800 merupakan ponsel Nokia pertama yang menggunakan sistem operasional Windows. Nama Lumia diambil dari kata ‘lumi’ dalam bahasa Finlandia yang berarti ‘salju’.
Nokia 808 PureView, yang dilengkapi dengan kamera canggih, merupakan ponsel Nokia terakhir yang menggunakan sistem operasional Symbian OS. Nokia 808 PureView juga memegang rekor sebagai ‘ponsel dengan sensor terbesar’.

Sumber

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Deretan Ponsel Nokia Yang Pernah Melegenda"

Post a Comment