Pembangunan Pabrik Ponsel VIVO Di Mulai Tahun 2017

Meski terbilang baru di Indonesia, Vivo tampak sangat serius memasuki pasar smartphone Tanah Air. Pabrikan smartphone asal Tiongkok ini berencana untuk membangun pabrik di Tanah Air pada tahun 2017 mendatang.

"Untuk membangun pabrik di Indonesia kami sudah ada rencana. Kami dalam proses pembicaraan, ke depannya tidak mustahil membuat pabrik di Indonesia," kata Alex Feng, Vice President and Chief Marketing Officer Vivo Global di acara peluncuran smartphone Viva X5Pro di Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Baca Juga:
Pembangungan pabrik di Indonesia sendiri sejatinya merupakan cara vendor smartphone untuk memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 30 persen yang rencananya akan diresmikan pada 1 Januari 2017 mendatang.

Nah, mengingat Vivo baru akan membangun pabrik pada tahun 2017 mendatang, apakah rencana tersebut tidak terlalu mendadak? Menurut Kenny Chandra, Chief Operating Officer PT Vivo Communication Indonesia, perusahaan tersebut bisa saja menunjuk pabrikan asal Tanah Air untuk merakit perangkat milik Vivo. 

Dengan cara itu, diharapkan produk 4G LTE milik Vivo ke depannya bisa memenuhi syarat 30 persen TKDN yang ditetapkan pemerintah. "Namun, itu masih dalam tahap pembicaraan," ujar Kenny.

Vivo sendiri tampak sangat agresif bermain di pasar Indonesia. Sebelum merilis smartphone X5Pro, Vivo sudah merilis 5 macam smartphone dengan rentang harga antara Rp 1,3 juta hingga Rp 7 juta.

Vivo pun sudah memiliki 16 outlet dan berencana untuk menambah 40 gerai lagi.

Hingga saat ini, Vivo masih belum memiliki distributor besar, seperti Erajaya, contohnya. Vivo masih bergantung sama gerai miliknya dan juga toko-toko rekanan. Namun, dalam beberapa waktu ke depan, Vivo berencana untuk bekerjasama dengan distributor besar. "Mungkin dalam waktu dekat ini," pungkas Kenny.


Artikel Ini Saya Kutip Dari Sini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembangunan Pabrik Ponsel VIVO Di Mulai Tahun 2017"

Post a Comment