Qualcomm Dan Mediatek, Mana Yang Lebih Hebat?

Perkembangan Teknologi semakin maju dari tahun ke tahun inovasi selalu muncul dan persaingan semakin ketat. Sejak Tahun 2014 ada lima jenis cipset yang bisa kamu pilih yaitu Qualcomm Snapdragon, MediaTek, Exynos, Intel Atom, dan NVIDIA Tegra. Namun, bicara mengenai chipset prosesor ponsel cerdas dominan memunculkan dua nama ini, Qualcomm vs MediaTek. Jika ada pertanyaan Perbedaan Qualcomm Dan Mediatek, Mana Yang Lebih Ungguljawabannya relatif. Karena, memilih smartphone atau tablet tidak hanya mengenai prosesor/CPU, tapi banyak hal lain yang bisa jadi acuan dalam memilih teknologi ponsel yang tepat dengan kebutuhan anda. Jika kamu menganggap cipset smartphone kamu lebih hebat coba kamu baca artikel di bawah ini:

1. GPU

chipset mediatek
GPU atau Graphics Processing Unit adalah chip yang mengotaki kinerja grafis di perangkat android kita. GPU prinsip kerjanya sama dengan Video Graphics Adapter (VGA) di PC/Komputer. GPU memegang peranan penting juga ketika Android kita digunakan untuk bermain game-game 3D kelas High Definition (HD) atau video berkualitas tinggi. Info soal GPU ini penting buat kamu yang sering main game atau mengolah grafis.
Bicara tentang GPU dari prosesor keduanya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, membandingkan Mediatek MT6589 + PowerVR SGX544 vs
Snapdragon APQ8064 + Adreno 320, atau Mediatek 6575 PowerVR SGX531 vs Qualcomm MSM8625 Adreno 203. Secara teknis, Adreno seharusnya lebih unggul karena frekuensi Qualcomm lebih tinggi.
Hanya saja dari pengalaman beberapa pengguna, mereka mengeluhkan bahwa video dengan Adreno biasanya enggak dedicated VRAM, dan akibatnya “mencuri” RAM lebih banyak. Sedangkan, GPU PowerVR, punya dedicated VRAM, tetap “mencuri” RAM tapi lebih sedikit, sehingga masih ada sisa untuk bisa main game.
Contoh kasus:
Axioo vigo 410, Qualcomm 1Ghz + adreno 205, enggak sanggup play video HD. Tapi, axioo GEA 5, mediatek 6575 1Ghz + PowerVR SGX531 malah sanggup play video HD. Bahkan, ada catatan di sebuah forum, smartfren andromax U, dengan qualcomm MSM8625 dualcore 1,2 GHz + adreno 203, enggak sanggup play video HD 

2. Prosesor

prosesor qualcomm
Sebelum melakukan pembelian smartphone, calon pembeli biasanya akan mencari tahu mengenai banyak hal termasuk RAM, prosesor, GPU dan lain-lain. Lebih lanjut, elemen paling utama di dalam smartphone adalah prosesor. Umumnya, orang mengenal MediaTek dan Qualcomm Snapdragon.
Jika membandingkan dari segi quad-core Qualcomm Snapdragon 800 quad-core 2,2 GHz dengan MediaTek MT6582 quad-core 1,3 GHz, maka jawabannya sudah pasti Snapdragon 800yang lebih baik.
Tidak ada yang salah dengan pernyataan “core lebih banyak, performa lebih cepat”. Namun, hal ini tak selalu benar. Jumlah prosesor lebih berpengaruh terhadap performa smartphone jika pengguna membuka banyak aplikasi sekaligus dalam satu waktu. Jadi, jika kamu jarang membuka banyak aplikasi bersamaan, jumlah core mungkin tak banyak membantu. Maka, manfaat prosesor multi-core pun tidak terasa.

3. Kamera dan Video

kamera hp
Qualcomm mengejar teknologi terbaru seperti jaringan LTE, video recordig 4K dan sensor kamera lebih besar, sehingga bandrolan smartphone yang menggunakan chipset ini cukup mahal. Qualcomm mengumumkan chip 64 bit sudah diproduksi pada merek smarpthone A. Beberapa bulan kemudian, Mediatek akan menawarkan teknologi yang sama tapi tetap dipertahankan murah meriah.
Aplikasi di smartphone sudah baik. Khususnya, multitasking dan foto yang membutuhkan kinerja prosesor lebih baik. Teknologi prosesor dibutuhkan untuk kamera yang lebih tajam (dalam ukuran megapixel), atau kamera video recording dan dukungan jarigan LTE (terakhir Gen6). Semakin canggih processor, teknologi camera 4K (Full HD X 4) atau display resolusi tinggi dapat ditangani.
Sementara, resolusi lebih tinggi dan kamera lebih tajam adalah biaya, sehingga harga smartphone akan lebih mahal. Menurunkan perangkat lebih rendah seperti camera 8-10Mpix dengan resolusi lebih kecil dibanding smartphone high end, dan layar smartphone dengan resolusi lebih kecil, maka biaya produksi lebih murah termasuk prosesor yang dipakai dapat mengunakan tipe menengah. Jadilah rancangan smartphone kelas menengah atau kelas pemula. Strategi ini tampaknya lebih dipakai Mediatek.

Anda bisa melihat kemampuan model-model smartphone dibawah ini.

  1. Mediatek X10 MT6795T mampu menangani camera 20MPix camera dan 4K video, dan mendukung satelit navigasi GPS & Glonass
  1. Mediatek MT6753 mampu menangani maksimum 13Mpix camera dan Full HD video, navigasi Glonass, GPS dan A-GPS.
  2. Mediatek MT6752 mampu menangani maksimum 13Mpix camera, dengan Full HD video, navigasi A-GPS dan Glonass
Bisa dilihat perbedaan antara Mediatek X10 model tertinggi (sebelum X20), memiliki kemampuan yang sama seperti Snapdragon 615 di kelas Mid-range. Keduanya memiliki kemampuan recording video 4K, tapi X10 lebih unggul untuk memakai camera 20Mpix.
Berbeda dengan MT6753 dibawahnya, menangani camera yang sama seperti Snapdragon 615, tapi kemampuan video recording lebih rendah hanya sebatas Full HD 1080p.

4. Harga

memilih HP
Smartphone dengan harga terjangkau masih banyak dibutuhkan untuk masyarakat. Mungkin, ini alasan teknologi Mediatek mundur satu langkah, karena ingin menawarkan produk lebih murah. Mediatek tetap bermain dipasar low dan kelas menengah karena memperhitungan beberapa variabel dari kebutuhan pasar termasuk aturan pemerindah di China. MediaTek menawarkan prosesor quad-core yang ekonomis.
Berbeda dengan chipset Qualcomm yang identik dengan prosesor quad-core premium. Qualcomm tetap akan menjadi pilihan utama pada ponsel kelas high-end.
Namun, yang penting bagi pembeli smartphone adalah harga. Secanggih apapun sebuah smartphone, fungsinya tetap sama, yakni baterai tetap menjadi kendala. Apalagi, concern orang saat ini cenderung ke arah pengeluaran atau budget, apakah yang didapat sebanding dengan yang mereka keluarkan (value for money)? Maka, semakin banyak pengguna smartphone biasa bicara chipset karena ponsel pintar semakin hari lebih murah harganya.

5. Baterai

Jangan hanya fokus pada sisi positif yang dihasilkan dari prosesor multi-core. Kamu juga perlu mengetahui, lebih banyak jumlah core prosesor, lebih boros konsumsi daya yang dibutuhkannya. Jadi, smartphone dengan jumlah core prosesor lebih banyak biasanya lebih cepat kehabisan baterai. Maka, smartphone yang memakai Qualcomm cenderung mudah panas dan boros batere.

6. Antara kebutuhan pasar, trend dan gengsi

selfie dengan teknologi HP
Perkembangan teknologi smartphone seringkali terkait dengan tren, misalnya tren Selfie, lalu kecepatan upload di sosial media. Mengapa pengguna smartphone tidak mau menggunakan kamera biasa? Alasannya kurang praktis, kurang tajam. Hanya kata praktis dan tajam itu memang mahal. Maka, tanpa terasa membeli smartphone 6 sampai 8 juta sudah mencapai biaya kamera pocket kelas high end bahkan DSLR kelas pemula.
Kebutuhan Selfie atau hobi foto diatas 13Mpix, dan smartphone yang mampu merekam resolusi tinggi 4K memang tidak ada pilihan. Karena, teknologi tersebut (sementara) masuk kelas smartphone premium dan high end seperti Snapdragon 805, 810 atau 820 (2015).
Namun patut diingat, harga smartphone mahal bukan berarti akan menutupi semua kebutuhan kamu. Misalnya, kamu hanya kebutuhan internet dari WIFi dan telepon di GSM, tentu tidak membutuhkan jaringan LTE. Lagipula, smartphone murah sudah memiliki WIFI. Lain halnya jika kebutuhanmu foto diatas 13Mpix, kamu tidak ada pilihan karena teknologi tersebut masuk kelas premium.
Sedangkan, prosesor murah hanya mampu menangani display paling tinggi untuk Full HD 1080p atau lebih rendah dengan HD 720p, sehingga dipasang layar smartphone dengan resolusi rendah. Bisa dibayangkan tampilan smartphone murah seperti Android One dari Google hanya $100 dengan layar seadainya, tapi sudah cukup untuk pengguna biasa. Jadi, mengapa harus membeli smartphone seharga $500?
Jawabannya tak lain adalah soal gengsi, selain karena kebutuhan. Tentu tidak lucu memiliki mobil Ferrari tapi memegang smartphone Android One $100 walau pemiliknya cuma mengunakan untuk foto Selfie di Facebook dan Chatting.
Jadi kesimpulannya, kedua vendor raksasa ini sama-sama telah melakukan yang terbaik, hanya saja MediaTek lebih fokus membuat chipset dengan harga lebih terjangkau.
Jadi dari Perbedaan Qualcomm Dan Mediatek, Mana Yang Lebih Unggul? Jawabannya, tidak ada yang kalah dan menang, dan bedanya pada teknologi. Semakin canggih teknologinya, semakin baik kualitas smartphone, maka jelas semakin mahal harganya. Tapi, HP lebih canggih atau lebih mahal belum tentu kamu butuhkan. Maka, kamu sebagai pembeli harus jeli saat hendak membeli HP. Cek lebih dulu spesifikasinya. Misalnya, Mediatek MT6752 memiliki teknologi 8 core dengan arsitek ARM Cortex A53, sudah mendukung teknologi video H.265 terbaru atau hanya H.264 recording video., memiliki kemampuan mengakses camera sampai 16 Megapixel dan jaringan 4G. Apakah ini sudah memenuhi kebutuhanmu? Jika iya, selamat berbelanja.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Qualcomm Dan Mediatek, Mana Yang Lebih Hebat?"

Post a Comment