Hal-Hal Yang Dapat Kita Petik Dari Kegagalan CEO Yahoo

Yang kita ketahui yahoo sekarang telah di jual kepada verizon dengan hanya 63 Triliun rupiah.

Marissa Mayer, dilaporkan menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas keterpurukan yang dialami Yahoo beberapa waktu ke belakang. CEO cantik berusia 40 tahun tersebut dinilai telah gagal membawa Yahoo bertahan di tengah persaingan ketat bisnis internet yang saat ini didominasi oleh Google dan juga Facebook.


Mayer bahkan dicap sebagai CEO yang tak cakap karena dinilai cukup banyak menghamburkan uang perusahaan untuk mengakuisisi bisnis lain yang sebenarnya tak cukup berpotensi. Selain itu, Mayer dinilai tak akur dengan koleganya sehingga mengakibatkan beberapa eksekutif berpotensi Yahoo malah pindah ke perusahaan lainnya.
Nah, berkaca dari kegagalan yang dialami oleh Mayer dalam memimpin Yahoo, inilah lima hal atau pelajaran penting yang bisa Anda para pebisnis atau para dewan direksi perusahaan ambil supaya tak juga mengalami nasib buruk atau terpuruk seperti Yahoo.

  • Mempekerjakan Mantan Karyawan Perusahaan Sukses Tak Menjamin Perusahaan Akan Sukses

Seperti diketahui, Mayer adalah mantan pegawai Google yang notabene merupakan perusahaan saingan Yahoo. Meski Mayer mantan pegawai di perusahaan yang bermarkas di Mountain View, toh ternyata Mayer tak membawa angin segar bagi jalannya perusahaan Yahoo yang telah menunjukkan penurunan kualitas dan peminat beberapa waktu belakangan ini.
Seperti dilansir oleh Forbes (6/12/15) Kegagalan Mayer bisa menjadi contoh bahwa tak semua mantan pegawai perusahaan saingan (terutama yang dulunya menduduki posisi eksekutif) bisa beradaptasi dengan budaya organisasi dan memberikan performa terbaiknya untuk perusahaan yang baru . Bahkan, tak ada jaminan mantan pegawai yang dulunya menduduki posisi penting di perusahaan saingan memiliki kemampuan untuk memahami tren pasar yang kian hari kian berkembang dan berubah-ubah.
  • Dalam Keadaan Darurat Pilihlah Pimpinan Yang Berani Ambil Resiko Bukan Yang Bermain Aman
Perusahaan yang hampir kolap seperti Yahoo harusnya mempekerjakan CEO atau pemimpin yang berani ambil risiko bukannya bermain aman ala Mayer. Alih-alih melakukan cara-cara lama atau hanya bermain taktik, CEO yang harus memimpin perusahaan yang hampir kolap perlu menciptakan strategi baru demi bisa membawa perusahaan bertahan disengitnya persaingan bisnis internet saat ini.


Merekrut CEO berusia muda ternyata tak selamanya menjamin sebuah perusahaan yang hampir terpuruk menjadi bangkit dan kembali meraup sukses. Mayer yang saat ini baru berusia 40 tahun dan dulunya bekerja di Google yang notabene napas bisnisnya sangat dekat dengan anak muda malah tak bisa melakukan banyak hal untuk menyelamatkan Yahoo yang dinilai sebagian besar pihak dinilai terlalu kolot dan tak up-to-date soal layanan.
Selama menjadi CEO, Mayer dinilai terlalu bermain dengan cara lama, tak berani membuat strategi bisnis baru, dan dinilai tak memiliki skill kepemimpinan yang mumpuni. Untuk itu, banyak pihak mengharapkan dewan direksi segera mencari pengganti yang lebih kompeten dan benar-benar mempunyai jiwa muda.
  • Cepat Membenahi Kesalahan Sedini Mungkin

Untuk bisa bertahan di tengah persaingan ketat bisnis saat ini, tak hanya CEO, para dewan direksi pun dituntut untuk bisa tegas menindak CEO yang tak kunjung menunjukkan performa terbaiknya untuk perusahaan. Nah, beberapa pihak meyakini bahwa selama ini dewan direksi terlalu lembek dalam menghadapi kegagalan yang dibuat oleh Mayer.
Beberapa pihak menilai, selama beberapa bulan terakhir dewan direksi Yahoo dinilai tak tegas kepada Mayer dan cenderung tidak mengakui kesalahan yang telah dilakukan oleh Mayer sehingga pada akhirnya menyebabkan perusahaan makin terpuruk. Untuk itu, jika perusahaan ingin tetap bertahan disengitnya persaingan bisnis saat ini maka para pemegang jabatan direksi harus menindak tegas jikalau CEO sudah terloihat ragu-ragu dalam membuat sebuah keputusan terkait strategi bisnis.
  • Jangan Mempekerjakan Seseorang Yang Terlalu Berposisi Di Perusahaan

Mayer adalah contoh bahwa tak baik mempekerjakan seorang yang terlalu sering menduduki posisi tertinggi dari sebuah perusahaan. Terlalu seringnya Mayer menduduki jabatan CEO membuat wanita cantik tersebut dinilai terlalu arogan dan angkuh sehingga menyebabkan beberapa karyawan merasa tak nyaman bahkan menyebabkan beberapa karyawan di posisi penting perusahaan malah memutuskan keluar dan bergabung dengan perusahaan saingan lainnya.
Apa yang dialami Yahoo saat mempekerjakan Mayer cukup membuktikan bahwa seorang yang terlalu sering ada di posisi puncak akan susah berpikir kritis, open minded, dan efektif dalam mengambil sebuah keputusan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hal-Hal Yang Dapat Kita Petik Dari Kegagalan CEO Yahoo"

Post a Comment