Brisat Ternyata Hanya Mampu Bertahan Selama 17 Tahun

Satelit milik Bank BRI, BRIsat, pada Minggu (19/06) lalu berhasil diluncurkan, meski sempat sebelumnya mengalami penundaan. Satelit tersebut diluncurkan dari Kuorou, Guyana Perancis, pada pukul 04.39 WIB. Gegap gempita atas keberhasilan peluncuran BRIsat, disambut bahagia oleh berbagai kalangan.
Namun, pelepasan satelit tersebut barulah tahap awal yakni peluncuran dan pelepasan satelit menuju orbitnya. Masih ada serangkaian proses yang harus dilakukan untuk bisa dimanfaatkan.
Lalu, bagaimana dengan perkembangannya saat ini?
Dikatakan Senior Executive Vice President IT Strategy & Satellite BRI, Hexana Trisasongko, sampai dengan saat ini secara keseluruhan performa BRIsat pasca diluncurkan dalam keadaan baik. Bahkan jarak antara satelit dengan Bumi atau yang disebut dengan perigee sudah dinaikkan kedua kalinya. Diperlukan empat kali menaikkan perigee sehingga sama dengan pada posisi terjauh dari bumi atau disebut apogee.
"Sampai dengan sekarang, BRIsat performs nominally (baik), perigee sudah berhasil dinaikkan yang kedua kalinya ke 15.292 km (akan ada 4 kali menaikkan perigee sehingga sama dengan apogee di 35.873 km," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com melalui pesan singkat, Rabu (22/06).
"Sudut inklinasi sudah turun dari 6 derajat saat peluncuran menjadi 1.5 derajat. Target akhir adalah 0 derajat. Selain itu, pemakaian bahan bakar yang sudah dipakai sampai dengan hari ini 919 kg sesuai budget," tambahnya.
Melihat perkembangan itu, dirinya optimis jika BRIsat meluncur sesuai dengan jalur orbit yang telah ditentukan.
"Sesuai jalur racing ke orbit," jelas Hexana.
Sebagaimana diketahui, satelit tersebut nantinya, akan berada di slot orbit 150,5 derajat bujur timur (BT). Slot orbit yang dimiliki BRI saat ini, awalnya digunakan oleh satelit Palapa C2 milik Indosat. BRISat akan menggunakan dua frekuensi yaitu C band dan KU band. C band akan digunakan untuk transaksi keuangan dan KU Band untuk komunikasi non keuangan. C band menggunakan frekuensi gelombang rendah sehingga tahan cuaca, sedangkan untuk KU band menggunakan gelombang tinggi sehingga mempunyai power yang kuat. Satelit ini akan mampu bertahan hingga 17 tahun lamanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Brisat Ternyata Hanya Mampu Bertahan Selama 17 Tahun"

Post a Comment