Indonesia Pernah Merasakkan Zaman Keemasan Di Era 1970an

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pada era 1970-an, Indonesia pernah merasakan masa keemasan tingginya harga minyak mentah di pasar global.
Saat itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto menempati posisi puncak sebagai Sekretaris Jenderal OPEC.
“Pada era 1970-an, Indonesia kaya ekspor minyak mentah. Harga minyak mentah naik dan terjadi booming. Saat itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara anggota OPEC dari Asia. Menteri Pertambangan dan Energi Subroto menjabat sebagai Sekjen OPEC,” kata Presiden Jokowi saat menjadi pembicara pada World Economic Forum on East Asia 2015 di Jakarta, pada Senin (10/4).
Dia mengaku, era keemasan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Indonesia hanya bertumpu pada ekspor, tanpa memikirkan investasi di bidang sumber daya manusia (SDM).
Akibatnya, ketika memasuki era 1980-an, harga minyak mentah anjlok. Ekspor minyak dan gas (migas) yang mencapai 80 persen dari total ekspor Indonesia terganggu, ditambah lagi nilai tukar rupiah menurun sehingga terjadi krisis ekonomi.
“ Tapi, krisis itu menciptakan peluang. Pada tahun 1990-an, disaat harga minyak anjlok, Indonesia membangun industri,” katanya.
Indonesia yang tadinya bertumpu pada kemampuan ekspor migas, akhirnya mengubah haluan dengan membangun industri. Saat itu, Indonesia gencar mendirikan industri tekstil dan garmen, furnitur, pulp and paper, minyak sawit, dan kimia.
Seiring bergulirnya waktu, pada 1995, ekspor minyak dan gas Indonesia tergerus hingga menyentuh angka 30 persen dari total ekspor nasional dan ekspor barang & jasa mencapai 70 persen.
“Saat ini, kita berada pada situasi yang sama. Harga komoditas anjlok dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat tinggi. Tentu saja, keadaan ini menyebabkan banyak pihak yang menderita,” kata Presiden Jokowi.
Dia mengatakan, sebagai negara yang pernah mengalami pasang surut, kini Indonesia bangkit menjadi kekuatan ekonomi di Asia. Sebagai negara berpenduduk nomor empat terbesar di dunia, Indonesia berbenah dengan mengundang investor dari Manca Negara untuk membangun sektor industri, infrastruktur, manufaktur, dan sumber daya manusia.
“Kita pernah melewati itu dan kita akan melakukan itu lagi. Kita harus berubah dari konsumtif ke produktif. Kita mengabaikan kemampuan sumber daya manusia. Nilai tukar rupiah terguncang. Saat ini, kita harus berubah dari konsumtif ke produktif, dari konsumtif ke investasi,” kata Presiden Jokowi.
Dia mengatakan, investasi di bidang infrastruktur dan industri sangat diperlukan. Namun, yang paling penting adalah investasi di bidang sumber daya manusia.
“Investasi sumber daya adalah yang terpenting pada Abad XXI. Perubahan sangat diperlukan,” kata Presiden Jokowi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indonesia Pernah Merasakkan Zaman Keemasan Di Era 1970an"

Post a Comment