Inilah Alasan Presiden Korea Selatan Di Desak Untuk Mundur

Politik di Korea Selatan memanas setelah sahabat Presiden Park Geun-hye, Choi Soon-sil, ditangkap polisi karena dianggap telah campur tangan dalam urusan pemerintahan. Namun, ditangkapnya sahabat sang presiden tak membuat protes warga mereda karena mereda juga menuntut Presiden Park mengundurkan diri. Pasalnya, seperti dilaporkan Reuters, Selasa 1 November 2016, apa yang dilakukan Park terhadap sahabatnya termasuk bagian dari nepotisme yang melanggar hukum.

Jaksa penuntut yang menginvestigasi kasus kedekatan Choi dan Park tersebut menilai bahwa hubungan pertemanan keduanya tak bisa dibenarkan. Pasalnya, Park telah membiarkan Choi mendapatkan akses ke sejumlah dokumen rahasia negara yang membuatnya bisa mempengaruhi isu-isu pemerintahan. Choi juga dituding telah menggunakan "persahabatannya" dengan sang presiden untuk mendapatkan keuntungan pribadi lewat sejumlah yayasan nonprofit.

Gara-gara skandal ini, popularitas Park kini semakin menurun, bahkan mencapai level terendah sejak dia dilantik sebagai presiden 2012 lalu. Ribuan demonstran, Selasa 1 November 2016, berkumpul di Seoul, menggelar aksi unjuk rasa mendesak Park segera mundur. Salah seorang demonstran sempat menghancurkan tembok Kejaksaan Agung di Seoul sehingga ditangkap. Seorang satpam di Kejagung Korsel dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Bagi massa pemrotes, ditangkapknya Choi tak lantas menyelesaikan dugaan tindakan nepotisme yang dilakukan Park. Bahkan, delapan staf khusus Park juga telah mundur karena tak ingin semakin membebani sang presiden yang kini disorot akibat kasus nepotisme. Dilaporkan Reuters, Choi yang berusia 60 tahun itu tiba di Gedung Kejaksaan Seoul dengan tangan diborgol dan masker menutupi wajahnya. Dia juga tampak dijaga sejumlah petugas rutan setempat.

Sementara itu, laporan BBC menyebutkan, sahabat lama President Park Geun-hye telah meminta maaf kepada publik karena telah membuat masalah. Dalam permintaan maafnya, Choi mengakui bahwa apa yang dilakukannya adalah "kejahatan yang tak terampuni." "Mohon maafkan saya," katanya, seperti dilaporkan Yonhap. "Saya sudah melakukan dosa yang layak mendapat kematian," ujarnya lagi.

Presiden Park juga sudah lebih dulu meminta maaf karena mendapat nasihat dari Choi. Park juga meminta maaf karena telah memperbolehkan Choi yang warga biasa dan belum melewati pemeriksaan keamanan, mendapat akses untuk melihat beberapa naskah rancangan pidatonya. Padahal, ini dilarang secara konstitusi. Setelah Choi ditahan, jaksa memiliki waktu 48 jam untuk mengambil keputusan apakah masa tahanan akan diperpanjang atau tidak. BBC melaporkan, Choi Soon-sil sudah mengenal presiden Korea Selatan sejak 40 tahun lalu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Alasan Presiden Korea Selatan Di Desak Untuk Mundur"

Post a Comment