Usia 30 Tahun

Usia memang tidak bisa di bohongi dengan bertambahnya usia harusnya pola pikir kita harus berubah dari yang dulu berpikir gampang emosi harus lebih bersabar.

Di face usia 30 banyak hal harus kita persiapkan dengan baik. Mungkin di tahap hidup yang inilah kamu harus mengambil keputusan atau perubahan besar-besaran, yang akan mengagetkan keluarga, teman, atau malah dirimu sendiri. Mau tahu perubahan apa aja yang mungkin terjadi, atau apa aja yang harus kamu persiapkan menginjak umur 30-an?

  • Malas Pergi Nongkrong dan Shopping
Di umur 20-an, kamu mungkin masih suka menghambur-hamburkan uang. Dari mulai jajan, nongkrong bareng teman-teman, atau sekedar shopping gara-gara bosen nggak ada kerjaan. Tapi, memasuki umur 30-an, kamu merasa punya kewajiban untuk mengencangkan ikat pinggang. Karena…

  • Menabung Untuk Hari Tua

Kamu berusaha mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang sekiranya nggak penting. Kamu sadar bahwa sebentar lagi kehidupan akan membawamu pada masa tua. Membayangkan ketika sudah pensiun, nggak bekerja, dan menyibukkan diri di kebun belakang rumah, kamu mulai sedikit khawatir.
Apa tabungan masa tuamu sudah cukup banyak? Atau, kamu bahkan belum mulai mempersiapkannya?
Menginjak umur 30-an, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah segera melunasi hutang-hutangmu. Lunasi sebanyak dan secepat yang kamu bisa. Kedua, siapkan dana darurat. Ini penting kalau kamu tiba-tiba sakit atau (amit-amit) kecelakaan. Ketiga, buat rekening baru untuk menyimpan sebagian gajimu.
Kamu juga nggak boleh bersikap sembrono. Jangan berinvestasi kalau kamu nggak benar-benar paham soal investasi itu. Selain itu, kamu nggak boleh gampang percaya sama mbak-mbak atau mas-mas MLM. Menabunglah sebanyak mungkin dan sedini mungkin dengan disiplin. Semakin dini kamu menyiapkan tabuanganmu, maka semakin besar kemungkinan kamu bisa hidup tenang di masa tuamu.

  • Menjaga kesehatan Menjadi Prioritas

Kamu mulai belajar disiplin pada dirimu sendiri, bahwa mengkonsumsi makanan sehat itu sangat penting. Baca-baca di internet dan beli majalah kesehatan, kamu baru sadar betapa pentingnya makan sayur. Selain itu, kamu berusaha menjaga waktu tidurmu, setidaknya 6,5 – 8 jam per hari. Jika dulu kamu malas buat olahraga, jogging pagi dan nge-gym sekarang sudah jadi agenda rutin.
Sadar atau nggak, tubuhmu bisa dibilang sudah mulai menua. Sebenarnya, soal kesehatan harusnya sudah jadi perhatianmu sejak usia 20-an. Bagaimana kamu memperlakukan tubuhmu itu sifatnya kumulatif. Tubuhmu nggak akan tiba-tiba rusak dalam waktu setahun atau dua tahun ‘kan? Soal kanker, jantung, diabetes, atau darah tinggi itu tergantung bagaimana pola hidupmu.

  • Menolak Ajakkan Yang Gak Baik
Perlahan, kamu berusaha untuk tegas pada dirimu sendiri. Kamu sadar bahwa ada hal-hal nggak penting dan nggak bermanfaat yang selama ini sering kamu lakukan. Misal, kamu dulu sering pergi ke klub malam atau bahkan mabuk. Di umur ini, kamu mulai memberanikan diri buat meyeleksi teman-temanmu yang nyatanya memberi pengaruh buruk.

  • Fokus Pada Karir Untuk Mengejar Impianmu

Ya, kamu jadi lebih fokus pada salah satu mimpimu. Menjadi pegawai bank bukanlah cita-cita, maka persiapkan dirimu untuk banting setir. Kalau kamu pengen buka warung nasi pecel, mulailah fokus pada satu tujuan itu. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Yang namanya meraih mimpi pasti butuh pengorbanan.
Banyak orang memilih karirnya di usia remaja. Sayang, pilihan itu seringkali salah. Di umur 30-an, kamu lebih baik fokus pada satu hal yang memang kamu yakini. Nggak ada lagi waktu buat coba-coba atau setengah-setengah dalam mengejar mimpimu. Kamu berpacu dengan waktu.
Secara umum, 30-an dianggap sebagai umur matang seseorang, khususnya soal karir. Coba deh perhatikan di media sosial. Mereka yang sudah memasuki umur 30-an akan bersikap secara profesional, mencantumkan nama lengkap dengan gelar serta menuliskan pencapaian-pencapaian mereka secara terbuka.

  • Berpikir Tapi Tidak Takut Mengambil Resiko
Saat remaja kamu nggak pikir panjang untuk membuat keputusan. Di umur 20-an, kamu mulai berpikir tapi takut memilih dan memutuskan. Nah, di umur 30-an ini kamu baru bisa berpikir secara dewasa tanpa rasa takut untuk mengambil risiko besar dalam hidupmu.

  • Fokus Pada Keluarga
Ya, keluarga punya posisi nomor satu. Kamu bekerja untuk pasangan dan anak-anakmu. Apakah keluarga kecilmu bisa hidup dengan layak? Bagaimana soal pendidikan dan masa depan anak-anakmu nanti? Kamu mulai mendedikasikan hidupmu untuk mereka, keluarga kecilmu.


Jangan membuat hidupmu membosankan. Luangkan waktu untuk melakukan apa yang bisa membuatmu menikmati kebahagiaanmu sendiri. Apakah kamu suka baca buku, main musik, atau menulis? Kamu boleh dan layak menikmati hobimu untuk kesenanganmu sendiri. Perlakukan dirimu dengan lebih baik.
Di umur 20-an kamu mungkin merasa paling tau apa akan terjadi dalam hidupmu. Di umur 30-an kamu sadar bahwa kamu sama sekali nggak mengerti apa-apa tentang rencana Tuhan. Di umur 40-an kamu akan belajar menerima segala sesuatu dalam hidup, entah itu baik atau buruk. Hingga di umur 50-an, kamu hanya bisa bersyukur dan merasa bahwa hidupmu luar biasa.
Yup, hal-hal di atas adalah perubahan dan persiapan yang mungkin kamu alami di umur 30-an. Apakah kamu juga mengalaminya?
Mungkin, umur 30-an nggak harus dipandang sebagai satu fase yang mengerikan. Ketika kamu ingin menjalaninya dengan ritme hidup yang pelan dan lebih santai, itu juga bukan dosa ‘kan? Selamat menyambut usia 30-an!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Usia 30 Tahun"

Post a Comment