Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Butuh dana Rp. 901 Miliar


Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Kabupaten Pindie Jaya, Aceh, tepatnya di 18 KM Timur Laut, Rabu 7 Desember 2016, pukul 05.03 WIB. Gempa terjadi di darat di kedalaman 10 KM pada posisi 5.19 Lintang Utara -96,36 bujur timur. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami tapi berdaya rusak tinggi.

Gempa yang terjadi di aceh dengan kekuatan 6,5 Skala Richter Merusak sekitar 11.668 rumah dan 157 toko di tiga kabupaten/kota. Untuk merehabilitasi rumah dan tokok tersebut, kementrian Pekerjaan Umum membutuhkan anggaran yang mencapai kurang lebih Rp. 901 Miliar.

Kata kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Bahron Bakti, Sabtu 10/12/2016. Bahwa “untuk sementara anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi rumah korban gempa adalah Rp.901 Miliar. Sudah kami laporkan kepada presiden serta Kementrian”.

Dana yang terlapor Rp.901 Miliar tersebut di laporkan akan tersebar untuk merehabilitasi di 8 kecamatan pada kabupaten Pidie Jaya. Kecamatan tersebut diantaranya Pante Raja, Bandar Dua, Bandar Baru, Jangka Buya, Tringgadeng, Meureude, Bandar Baru dan Ulee Glee, satu kecamatan di Bireun dan satu kecamatan di Pidie Jaya.

Data sementara yang dilaporkan jumlah rumah warga yang rusak parah dan ringan mencapai 11.668 unit, 157 unit toko, 49 unit masjid, dan 25 unit sekolahan.


Mengenai korban jiwa sementara dilaporkan mencapai 101 orang di laporkan meninggal, 139 luka berat, dan 718 luka ringan. Semua korban telah di evakuasi dan dalam penanganan medis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Butuh dana Rp. 901 Miliar"

Post a Comment